Posted in Pesan

Terimakasih

Jujur, aku kehilangannya.

Jujur, aku menginginkannya.

Jujur, aku menyayanginya.

Jujur, dia telah membahagiakanku.

Jujur, dia orang yang berbeda yang telah hadir dikehidupanku.

Tapi,

Ketika tau bahwa inilah keputusannya untuk berpisah dariku, hatiku mati.

Ketika tau bahwa dia selama ini tak menerima aku apa adanya dengan tulus, hatiku kecewa.

Ketika tau bahwa inilah caranya untuk menyelesaikan semuanya, hatiku penuh amarah.

Ketika tau bahwa tiba-tiba saja dia menyakitiku dengan kalimatnya, hatiku sakit.

Ketika tau bahwa semua ini adalah salahku, hatiku hancur.

Seandainya bisa,

Tidak,

Seandainya waktu dapat berputar,

Aku ingin mengetahui apa kesalahanku langsung dari dirinya.

Aku ingin menjadi wanita yang diterima apa adanya dengan semua keburukan sifatku.

Aku ingin dapat mencapai tujuanku dalam waktu yang telah kusepakati sendiri

Andai waktu benar dapat diputar,

Aku tak ingin bertemu dengan seorang yang akan mematahkan hatiku untuk yang kedua kalinya.

.

Terimakasih,

Telah mengisi kehidupanku yang kedua setelah aku dikecewakan oleh cinta.

Terimakasih,

Untuk patah hati keduaku yang hebat.

Posted in Pesan

Maafkan Aku dan Terimakasih

Sejujurnya aku tak pernah berniat untuk mengkhianatinya seperti ini. Aku hanya terlalu egois untuk bisa mengerti bagaimana memiliki suatu hubungan yang sesungguhnya. Aku juga tak pernah benar-benar berniat untuk melakukan balas dendam akan kejadian masa lalu kita tentang kekecewaanku.

Aku sungguh ingin memperbaiki keadaan kita. Tapi rasanya aku juga butuh suatu kepercayaan untuk terus berjuang atau lebih tepatnya aku membutuhkan kekuatan. Aku berusaha untuk terus mempercayai bahwa aku masih memiliki kesempatan itu. Tapi kenyataan ini terus mendorongku untuk keluar dari kepercayaan itu. Apa yang sebenarnya aku lakukan dan harus aku lakukan?

Maafkan aku.
Aku tau, rasanya kata maaf saja tak akan mengubah keadaan. Tapi setidaknya kata maaf akan membuat hatiku lega jika kau membalasnya dengan “aku memaafkanmu”. Kata itu benar-benar tak kunjung datang.

Terimakasih.
Kata yang ingin sekali aku ucapkan kepadanya berulang kali. Banyak yang dia lakukan untukku namun aku tak pernah menghargainya. Aku ingin mengucapkannya. Tapi, sudah tak memiliki kesempatan. Karena sekarang kita adalah aku dan kamu.

Posted in Pesan

Kenangan Untuk Masa Depan

Memang kenangan akan selalu kembali dengan gambaran yang tak terduga dan diwaktu yang tidak kita ketahui.

Terkadang kenangan membuat beberapa dari kita tersenyum bahkan tertawa sehingga ingin kita lewati untuk kedua kalinya.

Hal yang harus kita sadari, masa yang kita jalani sekarang akan menjadi kenangan di masa depan walaupun kita tak menginginkannya.

Lalu untuk apa kita mengorbankan masa indah yang sekarang hanya untuk mengharapkan masa lalu yang takkan bisa terulang.

Akan lebih bahagia bila kita selalu mensyukuri dan menciptakan kenangan indah dengan masa sekarang untuk masa yang akan datang.

Sekarang bukanlah saatnya untuk mengenang dan mengharap pada kenangan, tapi bagaimana kita MENCIPTAKAN kenangan untuk masa depan yang indah.

Posted in Pesan

Pesan Singkat: Persahabatan (2)

Hai sahabat lelakiku. . .

Orang awam seringkali menganggap bahwa kita adalah pasangan. Mungkin karena kedekatan kita layaknya saudara dan selalu berdekatan. Apalagi saat kita mendapatkan kelas yang sama di SMA. Sejak kita satu kelas dan kau berpacaran dengan sahabat wanitaku, kita semakin dekat dari sebelumnya. Rasanya ini lucu, kita selalu berdekatan tapi kita tak memiliki rasa cinta sedikitpun. Tapi aku juga tak berharap keadaan itu akan terjadi. Karena seperti katamu, seandainya kita berpasangan lalu berpisah, kita akan kehilangan dua hal, yaitu sahabat dan pacar.

Maafkan aku sering memberi masa sulit bagimu. Mungkin bagi kebanyakan orang, kita tak pernah bertengkar. Tapi kita yang mengetahuinya bahwa aku sering menjauhimu. Puncaknya disaat tahun ketiga, disaat kita semua terancam bubar hanya karena keegoisanku dan pemikiranku yang tak seperti orang biasanya. Tapi aku bersyukur bahwa sahabatku adalah kamu. Seandainya sahabatku bukan kamu, mungkin di tahun itu aku sudah tak memiliki sahabat selamanya.

Pemikiran rasionalmu yang sering berbeda denganku juga mengajarkan banyak kepadaku. Ketika aku mendapati masalah dan aku marah, kamu selalu balik bertanya padaku kenapa aku harus begini. Ketika aku marah kepadamu pun, kamu juga tak ingin selalu memenangkan aku dan hanya meminta maaf. Yang kau lakukan adalah menyadarkanku. Meskipun awalnya aku marah, tapi mungkin kamu yang paling mengerti bahwa aku tak akan marah kepadamu lebih dari dua minggu.

Sekarang kita saling menjauh. Kau berada di ujung Barat Jawa dan aku berada di ujung bagian Timur Jawa. Apakah kau masih ingat keinginanku dahulu? Aku akan selalu mengunjungimu setiap Sabtu dan Minggu aku akan mengunjungi sahabat perempuanku. Namun ternyata takdir berkata lain. Mungkin kali ini aku harus bersikap mandiri. Tuhan mendewasakanku dengan cara yang sedikit menyakitkan. Namun tak apa, kita akan meraih sukses dan tak akan saling melupakan. Jagalah dirimu baik-baik disana.

See you again. From : East Java, August 2016

Posted in Pesan

Pesan Singkat: Persahabatan (1)

Hai sahabat perempuanku. . .

Entah sejak kapan kita bersama dan berawal dari apa pertemanan kita sampai bisa terbentuk. Suka duka kita lalui meskipun di tahun ketiga kita mendapatkan cobaan yang sangat berat yang mengancam persahabatan kita. Aku bersyukur kita saling menemukan. Rasanya sekarang sangat berat untuk berpisah meskipun hanya untuk sesaat. Bagaimana aku bisa menghadapi masalahku tanpa dirimu. Bagaimana bisa aku berbahagia tanpa adanya dirimu disampingku.

Kita telah menjadi saudara selama lebih dari 6 tahun. Motivasiku untuk masuk SMA juga karena adanya kamu. Aku takut untuk menjadi sendiri. Aku takut untuk menjadi minoritas tanpa adanya dirimu. Kamu mengajarkanku untuk menjadi diri sendiri dan selalu bahagia bagaimanapun masalahnya. Disaat aku sedih, kamu selalu mengajakku untuk bermain dan melupakan semuanya. Lalu bagaimana kali ini dengan keadaan kita yang terpisah oleh lautan?

Kita berjanji untuk menyukseskan diri dan terbang ke negara itu. Aku harap, keinginan kita akan terwujud sebelum kita benar-benar membuka lembaran hidup baru bersama keluarga baru. Aku seringkali membayangkan saat-saat itu, berdua menyusuri negeri orang dan memiliki waktu kebersamaan yang mungkin tidak akan pernah kita lupakan.

Ingatkah kita selalu memiliki pemikiran yang sama? Apa yang kupikirkan adalah apa yang kau pikirkan. Kita sering bermain sepulang sekolah. Melakukan Dance Cover dibalik papan kelas. Kau membuatku yang amat pemalu ini menjadi cuek saat bersamamu. Kamu selalu berkata “kenapa harus dipikir?” yang membuatku sadar bahwa kita tak perlu memikirkan apa tanggapan orang selagi kita tak salah. Aku rindu kebersamaan kita. Sebentar lagi kau akan menyebrangi lautan itu dan kita akan bertemu hanya saat libur. Semoga kita akan terus berkomunikasi meskipun lautan menjadi kendala. Aku menyayangimu, sahabatku yang layaknya saudara.

See you again. From : Java, August 2016

Posted in Pesan

Pesan Singkat: Pertemanan

Bukan kamu yang memaksa kami untuk berteman denganmu. Sama sekali tidak ada unsur keterpaksaan didalam pertemanan kita. Hanya sebuah ketulusan dari dalam diri yang bertumbuh seiring berjalannya waktu. Janganlah menganggap dirimu tak mempunyai seorang teman. Karena kami disini selalu ada untukmu. Meskipun terpisah jarak, meskipun tak bertatap muka dan tak bertemu pandang, kami akan selalu menjadi teman dalam hatimu.
Disini kami menunggu saat yang tepat untuk melanjutkan cerita yang tertunda. Ini bukanlah perpisahan yang berarti. Semua ini hanya soal waktu dan jarak. Jangan pikirkan apa kata orang lain tentang dirimu disana. Jadilah dirimu sendiri karena setiap orang itu spesial, termasuk dirimu saat ini.

See you again. From : Java, August 2016