Posted in Diary

Keluarga Kecil

Sesuatu yang paling berpengaruh dalam suatu hubungan adalah kepercayaan.

Iya, kalimat itu berlaku untuk dua insan yang menjalin hubungan dan seseorang yang berjuang demi cintanya.

Kalimat tersebut juga berlaku untuk kepercayaan diri sendiri.

Aku ingin mempercayai orang lain, tapi aku tak bisa mempercayai diri sendiri untuk mencintai tanpa menyakiti.

Keadaan yang paling membuatku sedih bukanlah perpisahannya, tapi kenyataan bahwa aku tak bisa mencintai tanpa menyakiti.

Aku pun percaya bahwa setiap hubungan pasti ada masa dimana kami saling bertengkar, saling berdebat dan bermusuhan.

Tapi aku, yang kulakukan sudah melewati semua batasannya.

Satu hal yang paling kuharapkan dari suatu hubunganku nantinya, akan ada seseorang yang terus memegang tanganku bagaimanapun keadaanku saat itu.

Entah aku menyakitinya ataupun tidak, aku ingin seseorang itu terus mempercayai apa yang ada dalam perasaannya dan bukan percaya pada semua ucap serta tindakanku.

Menjadi seseorang yang terlalu terbuka membuatku mengatakan dan berperilaku tanpa berpikir terlebih dahulu, aku ingin ia mengerti semua itu.

Aku ingin ada seseorang yang menganggapku sebagai keluarga kecil di masa depan, dengan begitu ia takkan pernah melepaskanku walaupun aku memberinya beban yang tak pernah ia bayangkan.

Posted in Diary

Ujian dalam Hubungan

Aku memiliki seorang teman yang bercerita tentang mantan kekasihnya. Selama satu semester terakhir sebelum mereka berpisah, sang wanita memiliki kedekatan dengan lelaki lain.

Lelaki itu selalu memberi jawaban bahwa ia ingin kembali kepadanya tapi ia tak bisa karena kelakuan wanita yang buruk.

Sampai kemarin aku masih berpikir sedikit setuju dengan yang dilakukan oleh sang lelaki.

Pagi ini aku melihat televisi bahwa seorang pemuda dari pasangan selebriti dijerat kasus narkoba. Aku melihat bahwa sang ayah, ibu, dan adiknya tidak meninggalkan pemuda itu. Mereka saling mendukung bagaimanapun keadaan sang putra.

Pesan yang ingin ku sampaikan, begitulah cinta. Tak peduli keadaan terburuk oleh orang yang kita cintai, kita tetap memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Jika orang lain di luar sana berkata bahwa hubungan kekasih adalah hubungan yang bisa saja berpisah karena belum terikat, maka itulah yang akan terjadi. Adakalanya hubungan yang abadi tidak tertera dalam satu ikatan di atas kertas pernikahan, ucapan yang menyatakan ataupun terdapatnya hubungan darah.

Posted in Diary, Random

​Play: Sandeul (B1A4) – One More Step

Kedua kalinya untuk berpisah. Keduanya berpisah dalam kurun waktu satu tahun.

Awalnya aku menyalahkan keadaan, karena kami berbeda kami tak bersama, karena kami orang yang pendiam kami tak dapat maju, karena jarak yang sangat jauh kami berpisah.

Iya, awalnya sampai aku berpikir akan kesalahanku.

Bukan karena perbedaan kami tak dapat bersatu, karena aku yang tak mau untuk meyakinkan dia. Karena aku adalah pengecut yang hanya bisa mengungkapkan perasaan lewat kata.

Bukan karena kami pendiam kami tak dapat maju, tapi karena aku yang tak mau untuk melangkah terlebih dahulu. Hanya untuk menatap mata dan bertegur sapa aku selalu menundukkan kepalaku.

Bukan karena jarak yang sangat jauh kami berpisah, tapi karena hatiku yang terlalu egois untuk mengharapkannya selalu disisiku. Bukankah saat kami bertemu aku juga yang selalu menyia-nyiakannya?

Keadaan memang mempersulit jalanku untuk bersama seseorang diluar sana, tapi sebenarnya aku mempunyai pilihan untuk melangkah ke arah yang mana. Aku selalu diberi kesempatan untuk melakukan yang hatiku inginkan. Tapi, aku hanya terlalu takut untuk melangkah.

Jika kuingat kebelakang, satu hal yang benar-benar tak bisa kulupakan adalah masa depanku saat ini. Aku menyalahkan orang tuaku untuk segala hal yang terjadi padaku saat ini dengan berdalih tidak memberi kesempatan padaku saat itu. Tapi tidak, seandainya aku lebih berani untuk menulis sendiri apa yang kuinginkan saat itu, aku tak akan menjadi seperti ini.

Bukan masalah keadaan, tapi diriku sendiri. Jalanan sudah tersedia di depan mata, namun kakiku terlalu takut untuk melangkah sehingga aku kehilangan semua yang seharusnya kuinginkan.

Posted in Diary

Mawar Untukmu

Kalau kamu mencari sosok yang seperti kamu impikan, aku takkan pernah bisa menjadi wanita itu.

Aku akan terus membuatmu marah dan bertengkar denganmu saat ini juga masa depan.

Aku adalah wanita yang seperti itu, aku menyadarinya.

Terkadang bentuk cinta bisa jadi menyakitkan, itulah caraku. Aku sungguh tak bisa menjadi wanita yang kau harapkan selama ini. Aku hanya terus berusaha dan berakhir dengan kegagalan. Maafkan aku..

Sesunggugnya aku ingin menjadi wanita itu. Wanita yang kau inginkan, penyabar dan selalu mengerti kamu. Tapi lebih jauh dilubuk hatiku, aku ingin diterima seperti ini. Rasanya menyakitkan..
Aku ingin kamu menjadi melati meskipun aku adalah mawar untukmu.

Posted in Diary

Catatan Kosong

Lelah

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Menyerah

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Harapan

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Rindu

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Masa Depan

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Tangisan

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Posted in Diary

Two Months Ago

​Hari ini, tepat dua bulan yang lalu, aku berpisah dengan seorang yang kusayang. Seorang yang untuk pertama kalinya menginginkanku hadir dalam kehidupannya. Entah sejak kapan kami bertemu, mungkin jauh sebelum ini kami sudah lama melangkah namun tak saling bertemu pandang seperti saat ini. Sekarang ia telah jauh di seberang lautan sana. Kembali dalam beberapa bulan untuk sesaat lalu menjauh lagi.
Menurutku tak ada yang spesial dalam hubungan ini seperti pasangan lainnya yang bisa terlihat saling membahagiakan. Namun bagiku ini sudah cukup bagiku. Tak perlu banyak orang tau bagaimana cara kami untuk saling membahagiakan, tak perlu bagi kami untuk setiap kali mengucap kata sayang satu sama lain, kami hanya menjalaninya dengan sepenuh hati dan berharap masa depan adalah milik kami. Tak perduli bagaimana beratnya cobaan yang akan ada di depan nantinya. Jalani yang sekarang, mengharapkan yang terbaik tuk masa depan dan jangan melupakan masa lalu sebagai pembelajaran.

Kubaca pesan yang ia berikan padaku terakhir kali sebelum ia pergi ke perantauan. Entah apa yang membuatku sedih dan sedikit menangis. Aku mengingat kenangan yang kami ciptakan berdua pada saat itu. Aku masih mengingatnya dengan jelas walaupun tak pernah kuungkapkan padanya. Kami duduk berdua di depan masa laluku. Kami saling bercanda dan aku masih dalam kecanggunganku seperti biasanya, tak berani menatap matanya. Aku juga mengingat kami pernah bermusuhan seperti anak-anak. Tak saling berbicara selama satu hari dan hanya saling memperhatikan dari kejauhan yang pada akhirnya entah bagaimana kami sudah berbaikan kembali.

Mengingat itu semua membuatku berpikir, aku bersyukur Tuhan telah menciptakannya untukku. Entah sampai kapan semua kebahagiaan ini akan berlanjut, aku hanya berdoa agar tak cepat berlalu. Karena kehadirannya dalam hidupku begitu berarti. Ia mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan, ia seperti orang tuaku yang sangat menyayangiku, ia seperti kakakku yang tak ingin aku salah mengambil jalan. Meskipun kadang aku tak mengerti benar apa yang dia pikirkan dan merasa kesal dalam satu pihak, tapi pada akhirnya aku tetap menginginkannya untuk berada disampingku.

Hello my beloved, how are you there? When you comeback here? I miss you