[Lirik] Highlight – Who Am I

beolsseo myeot beonjjaenji moreugesseo
hangsang piryohal ttaeman nareul chajaoneun neol
tto mireonaeji moshagesseo anin geol almyeonseodo

nega namgin apeumeul nan ijge dwae
su eopsi heullyeossdeon nunmuri mareune
ije geumanhajago da kkeutnaejadeon
neon ije waseo wae irae

gidaryeossdaneun deut nal tteona nohgo
kkok haengbokhal geoscheoreom
dwidoraseossdeon neon
tto nareul heundeullige hae

Who am I najochado nareul moreuge dwae
tto sangcheobadeul geol geu nuguboda jal algo issneunde
Who am I neoreul miwohago issneun nande
neon nareul jiwonaego nae anesaeroun nareul geuryeo

dareun sarange dachyeossni modeun ge neomu jichyeossni
neoga doraol gosi hoksi nabakke eopseossni
mureobogo sipjiman nan mutji anheulge
ajik ijji moshaessda neo chakgak an hage
jaju saenggaknajiman geuriun jeogeun eopseo
manhi geuriwossjiman saenggakhan jeogeun eopseo
hoengseolsuseolhajiman amureohji anha
jogeumman deo swidaga eoseo nal tteonaga jwo

gidaryeossdaneun deut nal tteona nohgo
kkok haengbokhal geoscheoreom
dwidoraseossdeon neon
tto nareul heundeullige hae

Who am I najochado nareul moreuge dwae
tto sangcheobadeul geol geu nuguboda jal algo issneunde
Who am I neoreul miwohago issneun nande
neon nareul jiwonaego nae anesaeroun nareul geuryeo

nega tteonagan geu nalbuteo eonjenga dasi
doraol nege nan museun mareul halji
su eopsi honjasmareul doenoeeossjiman
nan amu maldo moshago

ajik neol jiwo naejido moshan
ireon babo gateun nae moseubeul
hoksi nega alkka bwa duryeowojyeo

Who am I najochado nareul moreuge dwae
tto sangcheobadeul geol geu nuguboda jal algo issneunde
Who am I neoreul miwohago issneun nande
neon nareul jiwonaego nae anesaeroun nareul geuryeo

 

Advertisements

Kepada siapa aku harus menceritakan semuanya?

Kepada dia yang memiliki hubungan baik dengan pasangannya? Ah, tidak. Dalam benaknya saat ini hanyalah kebahagiaan dan kelegaan. Ia pasti akan memberiku nasihat “lakukan apa yang menurutmu dapat membuatmu bahagia”

Kepada dia yang sedang tersakiti sama sepertiku? Ah, tentu bukan. Ia hanya akan meluapkan emosi dan menyangkutkan dengan kehidupannya juga. Saran yang tidak murni berasal dari rasionalitas.

Kepada dia yang tidak memihak siapapun? Hmm, sudah pernah kulakukan. Tapi ia bukan menyelesaikan masalahku, ia hanya memberiku pilihan yang akupun tak tau harus menjawab apa.

Kepada dia yang mengerti perasaanku dan memihakku? Bukan, itu tidak adil. Karena aku yang saat ini akan berbeda dengan aku di masa lalu maupun di masa depan. Hanya dalam 5 menit akupun bisa berubah.

Kepada Tuhan? Sudah kulakukan setiap hari untuk meminta petunjuk. Namun, aku hanyalah manusia biasa yang tak mengerti petunjuk seperti apakah yang ditunjukan kepadaku.

Aku tak mengerti, mengapa begitu menyakitkan. Apakah seseorang itu sengaja ingin menyakitiku? Jika benar, dia berhasil dan aku kecewa. Sangat kecewa. Jika dia tak bermaksud, aku tetap kecewa.

Mungkin, dia ingin membalaskan dendamnya yang diapun tak tau kebenarannya. Tapi sekarang aku mencoba untuk melepaskannya. Melepaskan semua yang akan menjadi beban di masa depan maupun saat ini. Karena aku terlalu lelah untuk menangisi suatu keadaan yang terus berulang. Aku tak tau dirinya, aku hanya tau diriku perlu untuk bahagia dan dihargai.

Hati, mengapa kau memilihnya? Apa kau tak lelah selalu dikecewakan? Apakah air matamu masih cukup untuk kehidupan yang masih panjang ini? Hati, aku benar-benar lelah terhadapnya. Apa kau tak merasakan apa yang kurasakan? Tolong hargai diriku sebagai pemilik dirimu.

Akupun tau sangat berat untuk berpisah, tapi menjalaninya dan terus berada dalam situasi ini apakah kau mampu? Kau bahkan melupakan semua orang yang peduli terhadapmu hanya untuk menangisi seseorang yang tak peduli dirimu.

Iya, aku sama sepertimu. Aku tak pernah menyesal untuk memilih siapapun. Aku hanya kecewa untuk selalu bertahan dalam lubang yang sama meskipun penggalinya berbeda.