Q/A – Part II

Q: apakah kau pernah dikecewakan?

A: pernah. Kekecewaanku paling sering disebabkan oleh keluargaku, tapi kekecewaan terbesarku dilakukan oleh kekasihku.

Q: bagaimana kamu menghadapi kekecewaan itu?

A: aku tidak bisa munafik dengan mengatakan bahwa aku sudah melupakan semua yang mereka perbuat. Satu hal yang bisa kulakukan hanyalah menutupinya. Ketika mereka menyinggung hal yang membuatku kecewa, aku lebih memilih untuk pergi atau memperingati mereka bahwa aku tak menyukai bahasan mereka. Kekecewaan bukan suatu hal yang bisa dihadapi, karena itu menyangkut kepercayaan seperti gelas. Sekeras-kerasnya gelas, jika jatuh amat keras maka gelas itu akan pecah.

Q: apakah kamu pernah mempunyai masalah dengan sahabatmu?

A: pernah. Ditahun ketiga kami bersahabat. Masih sangat jelas saat itu bahwa aku telah memutuskan untuk meninggalkan mereka. Aku tak tau apa masalahnya, yang jelas kejadian itu disebabkan oleh emosi dan egoisku. Aku hanya mengingat bahwa permasalahannya dengan dua sahabatku, lalu menyebar pada sahabatku yang lain. Dan berakhir saat itu aku menulis surat perpisahan untuk mereka bertiga. Aku pun membuat grup sesaat yang intinya aku meminta maaf atas semua kesalahanku dan yang kudapati adalah mereka balik memarahiku. Karena mereka pikir ini hanyalah salah paham dan mereka sangat paham akan sikapku yang masih sangat jauh dibawah mereka. Mereka menarikku kembali. Sampai perlahan aku mendekat dan sampai sekarang hubungan kami semakin dekat.

Q: apakah sahabat bagimu?

A: sahabat itu, orang yang mengetahui semua tentang kita tapi tetap bertahan dengan segala pengertiannya. Tidak ada rasa sedikitpun untuk menginginkan satu sama lain, namun sangat peduli terhadap sesama. Ketika sahabat ada masalah, ada hati yang ingin membantunya secara tulus. Sahabat adalah keluarga tidak satu darah yang memiliki kekerabatan.

Q: bagaimana pendapatmu tentang sahabat berbeda sex?

A: kakak lelaki. Awalnya aku berpikir seperti kebanyakan orang, tak ada persahabatan yang tulus antara lelaki dan perempuan. Tapi sekarang bagiku itu terbuktikan dengan aku mempunyai dua sahabat lelaki. Mereka tidak menginginkanku dan akupun begitu. Hanya saja rasanya sangat aman ketika ada mereka, karena aku perempuan dan aku menganggap lelaki adalah pelindung. Cara mereka untuk menjagaku begitu sederhana tapi sangat nyaman.

Q: bagaimana pendapatmu hubungan kekasih dan sahabat berbeda sex?

A: hatiku mengatakan dua hal yang berbeda. Hatiku yang pertama mengatakan bahwa tak masalah ketika kita memiliki sahabat lelaki dan kekasih bersamaan. Karena terkadang kita malu untuk mengungkapkan sesuatu dengan kekasih yang berujung kita menceritakannya pada sahabat lelaki kita. Juga ketika kita bingung untuk bagaimana memperlakukan kekasih, kita bisa meminta pendapat sahabat lelaki kita. Tapi…. hatiku yang lain mengatakan, itu semua tak benar. Ada batasan yang terkadang tidak bisa kita jaga dengan baik yang berujung pada kehilangan salah seorang diantaranya. Apa pembeda dari sahabat lelaki dan kekasih? Terkadang kita lupa bahwa harus memprioritaskan kekasih yang akan menjadi masa depan dibanding mereka yang tampaknya selalu ada.

Q: bagaimana caramu untuk mempertahankan persahabatan?

A: komunikasi. Sejauh apapun mereka, seburuk apapun mereka, tidak akan ada masalah selama kita berkomunikasi yang baik.

Q: apakah kau pernah kehilangan sahabat?

A: sebenarnya bagiku, sahabat tak bisa hilang meskipun nantinya maut akan memisahkan kami. Seandainya kita kehilangan sahabat dengan alasan apapun, mereka bukan sahabat yang sebenarnya. Aku memiliki kenangan buruk tentang teman yang pernah kuanggap sahabat. Benar, sahabat bukanlah sebuah kata atau pengakuan. Sahabat adalah perasaan yang saling melindungi satu sama lain tanpa adanya paksaan. Dahulu aku pernah mengatakan seorang teman bahwa ia adalah sahabatku, tapi suatu saat ada seorang yang masuk diantara kami dan dengan terang-terangan ia melarangku untuk dekat dengan teman yang kuanggap sahabat tadi. Aku sangat sedih saat itu, aku menangis didepan mamaku dan menceritakan semuanya. Sejak saat itu mamaku tak mengijinkanku untuk bersahabat dengan siapapun. Tapi aku berhasil memecahkan tembok yang dibuat.

Q: apa yang kau lakukan ketika sahabatmu mengecewakanmu?

A: itu pernah terjadi. Aku marah dan aku diam kepadanya selama beberapa waktu sampai akhirnya aku membicarakannya secara langsung bahwa aku tak menyukai sikapnya. Lalu dia berjanji untuk tidak melakukannya lagi dan akupun percaya. Tapi beberapa waktu, aku sengaja mematainya untuk menyelidikinya ternyata dia melakukan hal yang lebih buruk, dan aku berusaha menyesuaikan keadaan dengannya karena aku tau tak mudah merubah hal itu.

Q: apa yang paling membuatmu marah dari sahabatmu?

A: bahkan aku sudah lupa kapan terakhir kali aku marah dengan mereka. Mungkin aku akan marah ketika mereka berbohong, tapi aku percaya bahwa mereka tidak akan berbohong padaku.

Q: apa hal hang paling ingin kau rubah dari perasahabatan kalian?

A: waktu. Aku hanya berharap memiliki waktu kebersamaan yang lebih lama di masa lalu bersama mereka. 

Advertisements
Categories Q/A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s