Posted in Puisi

Sudah Kumaafkan

Aku tidak boleh menginginkanmu, sekarang dan selamanya. 

Aku yang berdiri diam di sini adalah aku yang mengenang akan kebahagiaan kita.

Kamu yang di sana adalah kamu yang menginginkan kita seperti dahulu.

Tapi sayangnya, kita yang dahulu pernah bersama pun tak pernah benar-benar bersama.

***

Sebenarnya apa yang kamu harapkan dengan perasaan bersalahmu selama ini?

Mungkin, ya kamu benar. Aku masih merasa kesal, tapi aku sudah memaafkanmu.

Aku sungguh telah memaafkanmu, dan juga. Aku sungguh benar-benar ingin melupakan ‘kita’ agar bisa melanjutkan hidup dikemudian hari.

Advertisements

Author:

Hello!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s