Maafkan Aku dan Terimakasih

Sejujurnya aku tak pernah berniat untuk mengkhianatinya seperti ini. Aku hanya terlalu egois untuk bisa mengerti bagaimana memiliki suatu hubungan yang sesungguhnya. Aku juga tak pernah benar-benar berniat untuk melakukan balas dendam akan kejadian masa lalu kita tentang kekecewaanku.

Aku sungguh ingin memperbaiki keadaan kita. Tapi rasanya aku juga butuh suatu kepercayaan untuk terus berjuang atau lebih tepatnya aku membutuhkan kekuatan. Aku berusaha untuk terus mempercayai bahwa aku masih memiliki kesempatan itu. Tapi kenyataan ini terus mendorongku untuk keluar dari kepercayaan itu. Apa yang sebenarnya aku lakukan dan harus aku lakukan?

Maafkan aku.
Aku tau, rasanya kata maaf saja tak akan mengubah keadaan. Tapi setidaknya kata maaf akan membuat hatiku lega jika kau membalasnya dengan “aku memaafkanmu”. Kata itu benar-benar tak kunjung datang.

Terimakasih.
Kata yang ingin sekali aku ucapkan kepadanya berulang kali. Banyak yang dia lakukan untukku namun aku tak pernah menghargainya. Aku ingin mengucapkannya. Tapi, sudah tak memiliki kesempatan. Karena sekarang kita adalah aku dan kamu.

Advertisements