Posted in Puisi

Permohonan Masa Lampau

Saat kecil aku selalu mengirim surat kepada penciptaku

Aku masih mengingatnya dengan jelas kuselipkan pada jendelaku

Berisikan sebuah permohonan yang membuat ibuku marah

Ya, aku memohon kematian

Setelah dewasa aku memintanya kembali

Aku meminta agar seandainya aku tak pernah dilahirkan

***

Hanya ada pemikiran itu saat aku dalam keadaan terpuruk

Sampai akhirnya aku menyadari suatu hal

Sadar maupun tidak, Ia mengabulkan satu persatu permohonanku

Sampai saat akupun tersadar aku memiliki waktu lebih sedikit dibanding orang lain

***

Sungguh lucu,

Orang yang selalu meminta ketiadaan sekarang takut untuk benar-benar pergi

Aku memiliki semua alasan untuk pergi dari dunia ini

Tubuh yang sangat rapuh ini

***

Kadang aku berpikir, apakah sempat aku membahagiakan semuanya

Seratus cita sudah kutulis bahkan lebih

Apakah semua akan berwarna biru?

***

Satu hal untuk saat ini,

Aku tak ingin memikirkan ketiadaan

Aku ingin saat ini melakukan yang terbaik

Membahagiakan semuanya dengan sisa kemampuan yang kumiliki