Posted in Puisi

I’m Done

Banyak kata dalam benakku, yang ingin maupun tak ingin ku keluarkan.

Rindu, tidak, sekarang aku tak rindu siapapun.

Maaf, mungkin, tapi aku tak tau lebih tepat ditujukan kepada siapa.

Terimakasih, ya, untuk kalian semua yang pernah maupun masih dalam kehidupanku.

Kata lainnya, sampah, maafkan karena aku tak ingin membebani diriku dan kubuang semua bebanku seperti sampah.

Advertisements
Posted in Puisi

Sudah Kumaafkan

Aku tidak boleh menginginkanmu, sekarang dan selamanya. 

Aku yang berdiri diam di sini adalah aku yang mengenang akan kebahagiaan kita.

Kamu yang di sana adalah kamu yang menginginkan kita seperti dahulu.

Tapi sayangnya, kita yang dahulu pernah bersama pun tak pernah benar-benar bersama.

***

Sebenarnya apa yang kamu harapkan dengan perasaan bersalahmu selama ini?

Mungkin, ya kamu benar. Aku masih merasa kesal, tapi aku sudah memaafkanmu.

Aku sungguh telah memaafkanmu, dan juga. Aku sungguh benar-benar ingin melupakan ‘kita’ agar bisa melanjutkan hidup dikemudian hari.

Posted in Diary

Mawar Untukmu

Kalau kamu mencari sosok yang seperti kamu impikan, aku takkan pernah bisa menjadi wanita itu.

Aku akan terus membuatmu marah dan bertengkar denganmu saat ini juga masa depan.

Aku adalah wanita yang seperti itu, aku menyadarinya.

Terkadang bentuk cinta bisa jadi menyakitkan, itulah caraku. Aku sungguh tak bisa menjadi wanita yang kau harapkan selama ini. Aku hanya terus berusaha dan berakhir dengan kegagalan. Maafkan aku..

Sesunggugnya aku ingin menjadi wanita itu. Wanita yang kau inginkan, penyabar dan selalu mengerti kamu. Tapi lebih jauh dilubuk hatiku, aku ingin diterima seperti ini. Rasanya menyakitkan..
Aku ingin kamu menjadi melati meskipun aku adalah mawar untukmu.

Aku hanya berharap saat ini kau disini atau aku disana bersamamu. Hanya dengan membayangkan wajahmu serta memimpikanmu setiap malam tidak mengobati perasaanku, karena inilah rindu.

Posted in Prosa

Melati adalah Melati

Sekali aku berpikir di masa lalu, aku membutuhkan sosok seperti yang kucintai sebelumnya. Aku tak ingin cara yang lain selain itu. Sampai aku tersadar, takkan ada satupun orang yang mencintaiku dengan cara yang sama.

Aku telah mengabaikan melati hanya karena aku menginginkan mawar. Kau tau apa yang kupikirkan, aku berusaha mengubahmu menjadi mawar diwaktu sebelumnya. Sampai aku tersadar bahwa melati adalah melati. Putih dan tak ada duri yang dapat menyakitiku. Inti dari semuanya adalah aku menginginkan sosok bunga yang indah. Maafkan aku yang terlambat untuk menyadarinya

Posted in Puisi

Aku Rindu

Sebanyak apapun bintang dilangit malam ini, aku hanya merindukan bintangku

Bintang yang paling bersinar di antara yang lain, pembuat kedamaianku

Bintangku yang selalu membuatku tersenyum ditengah kesedihanku

***

Aku juga ingin menjadi bintang, agar dapat selalu bersama dengannya di langit

Tapi aku menyadarinya, saat ini aku hanyalah manusia biasa yang sedang menatap bintang

Apakah dilangit yang tinggi itu, aku terlihat bersinar di bawah sini?

Aku ingin kau hanya melihatku meskipun ada jarak yang sangat jauh di antara kita

***

Tak perlu kontak mata untuk saling mengetahui kabar melalui jarak

Tak perlu dengan kata untuk menyampaikan kerinduan saat ini

Tak perlu berpegang tangan hanya untuk menyatakan seberapa sayang kita kepada seseorang

Posted in Puisi

Malam Tak Berbintang

Langit menggelap tanda malam telah hadir tepat di atas kita.

Malam bisa menjadi indah ketika kita melihat bintang seakan memberi cahaya.

Ia juga bisa menjadi petaka ketika kita hanya melihat kegelapan didalamnya.

***

Malamku dan malammu adalah dua waktu yang berbeda.

Malammu sangat singkat ketika kau mengabaikan kegelapan dan tidur untuk esok.

Malamku adalah malam tak berbintang dan hanya memiliki satu warna, hitam.

Aku tak bisa melihatmu maupun setitik cahaya di langit.

Malam ini, tak akan berbintang.