Posted in Diary

Perubahan?

Kehidupanku berubah sangat drastis ketika aku menginjak bangku perkuliahan. Aku memiliki segalanya yang aku butuhkan. Yang tadinya aku membeli makan saja berpikir dua kali, saat ini aku memiliki uang saku 50ribu tiap harinya. Ya, aku seakan menjadi orang kaya baru. Bahkan aku yang tadinya sangat dijaga dan orang tuaku tak memperbolehkanku untuk melakukan apapun sendiri, akhirnya aku bisa melakukan apapun yang aku mau sendirian. Aku mengendarai sepeda motor untuk pergi dan pulang kampus. Aku juga diperbolehkan pulang malam jika memang ada keperluan. Sangat nyaman?

Dibalik itu semua ada beberapa pertanyaan. Apakah kekayaan seseorang berarti orang itu bahagia? Disini aku menjadi putri raja yang memiliki segalanya. Namun kenyataannya aku tak bahagia. Ini berbeda dari bayangan awalku. Awalnya aku berpikir bahwa jika aku kaya, aku takkan menderita dan setidaknya aku bisa membeli kebahagiaanku dengan uang. Namun aku salah. Untuk apa aku kaya jika bukan dengan keluargaku? Jika seperti ini terus, aku merasa bahwa aku mengorbankan keluargaku demi harta. Aku disini dengan semua paksaan dari orang lain. Akupun tak mengerti apa yang mereka harapkan dariku. Sebagian dari mereka ingin aku sukses dimasa depan. Sebagian lagi mendorongku dengan maksud dan tujuan tertentu. Apa ini semua yang dinamakan kebahagiaan?

Aku memiliki teman yang bisa dibilang memiliki semuanya. Kepandaian, bisa berbicara di depan orang banyak dan memiliki segalanya. Tapi apakah pertemanan dinilai dari sisi itu? Jika pertemanan dinilai hanya dari sisi apa yang mereka punya, maka tidak satupun ingin berteman denganku. Aku merindukan sahabat-sahabatku. Yang selalu ada disaat aku sedang mengalami banyak tekanan. Hanya mereka yang bisa meredakan emosi dan kesedihanku. Kelakuan konyol mereka, canda dan tawa mereka, serta motivasi yang mereka berikan. Seorang sahabatku berkata padaku

“tunggu dulu. Ingin tak ingin, kita memang harus terpisah jarak untuk beberapa saat”

“walaupun mungkin lingkunganmu, lingkunganku berubah”

“tapi kami untuk kamu takkan berubah”

Aku bersyukur Tuhan memberikan mereka dalam hidupku. Tuhan menghadirkan mereka untuk menemaniku disaat susah maupun senang. Entah seberapa besar rasa syukurku hanya Tuhan yang tau.

Semua yang membuatku nyaman dimasa lampau telah terpisah oleh jarak. Keluargaku, sahabatku bahkan pasanganku. Aku tak tau apa yang ingin Tuhan tunjukkan dari semua yang terjadi padaku. Tuhan yang paling mengerti aku. Aku menangis hampir setiap hari, aku mengeluh setiap saat dan aku memiliki kesedihan yang tak bisa hilang. Apakah semua yang terpisah dariku saat ini akan dikembalikan? Ya Tuhan, aku mohon padamu untuk mengembalikanku pada keadaan semula. Aku tau dahulu aku tak pernah bersyukur akan keadaanku, keadaan keluargaku. Tapi sekarang aku mengerti, bahwa dulu aku benar-benar bodoh telah berbuat semua itu. Tuhan, kuatkanlah aku.

Advertisements

Author:

Hello!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s