Posted in Diary

Something Wrong Inside Me

Entah sejak kapan aku menjadi seperti ini. Mungkin aku terlalu banyak menghadapi masalah sehingga sifatku menjadi semakin tak terkendali. Sangat banyak yang kupikirkan namun tak bisa kukeluarkan dengan baik. Sekalinya kumengeluarkannya, ucapan dan tindakanku tak sesuai harapan awal. Semuanya semakin menjadi-jadi bahkan bisa menyakiti orang yang kusayangi.

Menulis pun sekarang menjadi sangat berat bagiku. Pikiran yang sangat kacau membuatku berubah. Hanya saja, seperti ada yang ingin kukeluarkan namun yang terlihat jelas hanyalah air mata ini. Aku tak bisa menggambarkan bagaimana tepatnya perasaanku akan semua masalahku. Selama ini aku hanya menutup telinga dan kabur. Ternyata aku salah, kita memang diciptakan memiliki telinga untuk mendengar semua cacian itu dan kita diberi akal untuk berpikir cara menghadapinya.

Menjadi seorang pemikir sangatlah menyebalkan jika kau tak bisa mengendalikan dan tak mengerti harus berbuat apa. Hanya berpikir akan hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Aku tak bisa berbuat apapun untuk sekarang. Tapi, menenangkan diripun tak lagi berguna. Terlalu lama aku menenangkan diri tanpa adanya penyelesaian.

Keluarga, pertemanan, pendidikan dan pasangan. Seakan semua masalah datang menjadi satu menyerangku. Ingin ku kabur sejenak dari semuanya dan menata hatiku untuk siap menghadapi semuanya. Lamunanku membuat semua orang bertanya apa yang sedang terjadi dan aku hanya bisa terdiam seakan tak terjadi apa-apa.

Tuhan, tetaplah berada disampingku. Dampingilah aku selalu tuk menghadapi semua masalah yang sedang terjadi padaku. Aku tau semua berasal dari diriku pribadi, tapi aku tak bisa mengatasi semuanya sendirian. Andai aku bisa merasakan pelukanMu, apakah aku bisa lebih tenang dibandingkan sekarang? Aku membayangkan Kau memeluk dan mendekapku sambil berkata, “semuanya akan baik-baik saja. Percayalah, Aku akan selalu membantumu. Kau tak sendirian”

Andai aku bisa mengatur semua perasaan dan akalku dengan baik, semua pasti tak akan seperti ini. Ada yang salah dengan diriku saat ini. Semuanya menjadi terlihat salah dimataku dan itu membuat semua orang yang kusayangi menjadi kesusahan. Meminta maaf kepada mereka bukanlah jalan keluar, aku harus mencari solusi agar aku kembali seperti semula.

Kenyataannya, ketika ada masalah aku hanya ingin lari dan menutup wajahku dengan bantal. Mendengarkan lagu dengan volume yang sedikit kencang dan mengabaikan apapun yang terjadi disekitarku. Aku menjadi sedikit acuh pada semua yang terjadi. Aku tak ingin seperti ini lebih lama. Aku hanya menginginkan diriku yang dulu meskipun banyak kekurangan, setidaknya aku tak menyakiti orang yang kusayangi. Bisakah aku menjadi seperti sediakala?

Advertisements

Author:

Hello!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s