First Lover

Hari ini pagi-pagi sekali aku bangun dan segera menyiapkan diriku untuk pergi ke sekolah. Memakai pakaian berwarna biru dan jaket hitam, kulihat motor yang berhenti tepat di depan rumahku. Seorang lelaki dengan kaos hitam dan jaket biru itu menjemputku. Segera aku salim dengan ibukku dan diapun juga. Kami berangkat dengan perasaan yang tanpa beban karena kami berdua telah mendapatkan universitas.
Sesampainya di sekolah, kami awalnya bermain dan bercanda dengan teman-teman. Lalu kami masuk ruang aula untuk cap tiga jari skhun dan ijazah. Setelah kami selesai dengan skhun, kamipun dengan rombongan pergi makan. Empat orang teman kami sudah makan duluan, sedangkan aku dan lelaki itu memilih untuk hanya membeli minum. Sembari minum kami mengobrol. Sedikit dia menyinggung tentang universitasnya yang nan jauh disana, akupun menahan air mataku. Aku tak ingin terlihat sedih hanya karna perpisahan jarak yang sementara ini.

Setelahnya kami mendapat kabar bahwa diharuskan untuk cap tiga jari lagi ke sekolah. Kami kembali dan semua urusan ijazah telah selesai. Dia mengantarku pulang dan mampir untuk bermain di rumahku. Sambil mengobrol dan bercanda juga menonton tv, dia tiba-tiba membicarakan sesuatu yang agaknya serius. Dia mulai membuka pembicaraan dengan menghadapku.

“Apakah kamu tak ingin memperjelas hubungan kita?”

Kata-kata yang masih teringat jelas sekarang. Ya, kami berhubungan tanpa status ini sudah 7 bulan lamanya. Dia yang dulu menyatakan cinta kepadaku telah kutolak tiga kali karena suatu alasan tak jelas yang keluar dari benakku. Tapi tidak kali ini, aku menjelaskan kepadanya tentang pendapatku dan aku bertanya banyak hal kepadanya. Seiring berjalannya waktu, aku pun menjawab pertanyaan awalnya. Jawabanku bukan merupakan jawaban langsung, tapi melalui cerita tersirat yang menandakan aku menerimanya.

Hari itu penuh dengan gejolak. Bahagia karena ternyata kami bisa sampai menempuh tahap ini. Sedih mengingat sebentar lagi jarak akan memisahkan kami untuk sementara. Bersyukur karena kami telah memiliki masa depan setidaknya untuk empat tahun kedepan.

Aku bersyukur Tuhan telah menghadirkan sosok yang berbeda. Sosok yang membuatku ingin untuk menjadi lebih baik dan dia merubahku secara perlahan. Aku bersyukur telah dicintai olehnya. Meskipun aku tak pandai untuk mengungkapkan perasaanku, tapi inilah yang bisa kulakukan. Mengungkapkan lewat tulisan singkat ini dan berharap engkau mengetahui semuanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s