Pesan Singkat: Persahabatan (2)

Hai sahabat lelakiku. . .

Orang awam seringkali menganggap bahwa kita adalah pasangan. Mungkin karena kedekatan kita layaknya saudara dan selalu berdekatan. Apalagi saat kita mendapatkan kelas yang sama di SMA. Sejak kita satu kelas dan kau berpacaran dengan sahabat wanitaku, kita semakin dekat dari sebelumnya. Rasanya ini lucu, kita selalu berdekatan tapi kita tak memiliki rasa cinta sedikitpun. Tapi aku juga tak berharap keadaan itu akan terjadi. Karena seperti katamu, seandainya kita berpasangan lalu berpisah, kita akan kehilangan dua hal, yaitu sahabat dan pacar.

Maafkan aku sering memberi masa sulit bagimu. Mungkin bagi kebanyakan orang, kita tak pernah bertengkar. Tapi kita yang mengetahuinya bahwa aku sering menjauhimu. Puncaknya disaat tahun ketiga, disaat kita semua terancam bubar hanya karena keegoisanku dan pemikiranku yang tak seperti orang biasanya. Tapi aku bersyukur bahwa sahabatku adalah kamu. Seandainya sahabatku bukan kamu, mungkin di tahun itu aku sudah tak memiliki sahabat selamanya.

Pemikiran rasionalmu yang sering berbeda denganku juga mengajarkan banyak kepadaku. Ketika aku mendapati masalah dan aku marah, kamu selalu balik bertanya padaku kenapa aku harus begini. Ketika aku marah kepadamu pun, kamu juga tak ingin selalu memenangkan aku dan hanya meminta maaf. Yang kau lakukan adalah menyadarkanku. Meskipun awalnya aku marah, tapi mungkin kamu yang paling mengerti bahwa aku tak akan marah kepadamu lebih dari dua minggu.

Sekarang kita saling menjauh. Kau berada di ujung Barat Jawa dan aku berada di ujung bagian Timur Jawa. Apakah kau masih ingat keinginanku dahulu? Aku akan selalu mengunjungimu setiap Sabtu dan Minggu aku akan mengunjungi sahabat perempuanku. Namun ternyata takdir berkata lain. Mungkin kali ini aku harus bersikap mandiri. Tuhan mendewasakanku dengan cara yang sedikit menyakitkan. Namun tak apa, kita akan meraih sukses dan tak akan saling melupakan. Jagalah dirimu baik-baik disana.

See you again. From : East Java, August 2016

Advertisements

Pesan Singkat: Persahabatan (1)

Hai sahabat perempuanku. . .

Entah sejak kapan kita bersama dan berawal dari apa pertemanan kita sampai bisa terbentuk. Suka duka kita lalui meskipun di tahun ketiga kita mendapatkan cobaan yang sangat berat yang mengancam persahabatan kita. Aku bersyukur kita saling menemukan. Rasanya sekarang sangat berat untuk berpisah meskipun hanya untuk sesaat. Bagaimana aku bisa menghadapi masalahku tanpa dirimu. Bagaimana bisa aku berbahagia tanpa adanya dirimu disampingku.

Kita telah menjadi saudara selama lebih dari 6 tahun. Motivasiku untuk masuk SMA juga karena adanya kamu. Aku takut untuk menjadi sendiri. Aku takut untuk menjadi minoritas tanpa adanya dirimu. Kamu mengajarkanku untuk menjadi diri sendiri dan selalu bahagia bagaimanapun masalahnya. Disaat aku sedih, kamu selalu mengajakku untuk bermain dan melupakan semuanya. Lalu bagaimana kali ini dengan keadaan kita yang terpisah oleh lautan?

Kita berjanji untuk menyukseskan diri dan terbang ke negara itu. Aku harap, keinginan kita akan terwujud sebelum kita benar-benar membuka lembaran hidup baru bersama keluarga baru. Aku seringkali membayangkan saat-saat itu, berdua menyusuri negeri orang dan memiliki waktu kebersamaan yang mungkin tidak akan pernah kita lupakan.

Ingatkah kita selalu memiliki pemikiran yang sama? Apa yang kupikirkan adalah apa yang kau pikirkan. Kita sering bermain sepulang sekolah. Melakukan Dance Cover dibalik papan kelas. Kau membuatku yang amat pemalu ini menjadi cuek saat bersamamu. Kamu selalu berkata “kenapa harus dipikir?” yang membuatku sadar bahwa kita tak perlu memikirkan apa tanggapan orang selagi kita tak salah. Aku rindu kebersamaan kita. Sebentar lagi kau akan menyebrangi lautan itu dan kita akan bertemu hanya saat libur. Semoga kita akan terus berkomunikasi meskipun lautan menjadi kendala. Aku menyayangimu, sahabatku yang layaknya saudara.

See you again. From : Java, August 2016

[Lirik] Hu Xia – Those Years

Yòu huí dào zuìchū de qǐdiǎn
Jìyì zhōng ni qīng sè de liǎn
Wǒmen zhōngyú lái dàole zhè yītiān
Zhuō diàn xià de lǎo zhàopiàn
Wúshù huíyì liánjié
Jīntiān nánhái yào fù nǚhái zuìhòu de yuē

Yòu huí dào zuìchū de qǐdiǎn
Dāi dāi de zhàn zài jìngzi qián
Bènzhuō xì shàng hóngsè lǐngdài de jié
Jiāng tóufà shū chéng dàrén múyàng
Chuān shàng yīshēn shuàiqì xīzhuāng
Děng huì er jiàn ni yīdìng bǐ xiǎngxiàng měi

Hǎo xiǎng zài huí dào nàxiē nián de shíguāng
Huí dào jiàoshì zuòwèi qiánhòu gùyì tǎo ni wēnróu de mà
Hēibǎn shàng páiliè zǔhé ni shěde jiě kāi ma
Shuí yǔ shuí zuò tā yòu àizhe tā
Nàxiē nián cuòguò de dàyǔ
Nàxiē nián cuòguò de àiqíng
Hǎo xiǎng yǒngbào ni yǒngbào cuòguò de yǒngqì
Céngjīng xiǎng zhēngfú quán shìji
Dào zuìhòu huíshǒu cái fāxiàn
Zhè shìjiè dī dī diǎn diǎn quánbù dōu shì ni

Nàxiē nián cuòguò de dàyǔ
Nàxiē nián cuòguò de àiqíng
Hǎo xiǎng gàosu ni gàosu ni wǒ méiyǒu wàngjì
Nèitiān wǎnshàng mǎn tiān xīngxīng
Píngxíng shíkōng xià de yuēdìng
Zài yīcì xiāng yù wǒ huì jǐn jǐn bàozhe ni
Jǐn jǐn bàozhe ni