[Lirik] The Overtunes – Cinta Adalah

cinta tak pernah gagal
jika dipelihara
cinta bisa sempurna
bila kau mau berkorban

cinta itu anugerah
jangan kau sia-sia
cinta itu mengerti
mengerti arti mengalah

cinta bisa membuatmu menangis
bisa membuatmu tertawa
juga membuatmu belajar dewasa

karena cinta surga dunia yang nyata
anugerah luar biasa
hargai cinta dengan perbuatanmu

dengan perbuatanmu

cinta itu anugerah, jangan kau sia-sia
cinta itu mengerti, mengerti arti mengalah

cinta bisa membuatmu menangis
bisa membuatmu tertawa
juga membuatmu belajar dewasa

karena cinta surga dunia yang nyata
anugerah luar biasa
hargai cinta dengan perbuatanmu

dengan perbuatanmu

cinta bisa membuatmu menangis
bisa membuatmu tertawa
juga membuatmu belajar dewasa

karena cinta surga dunia yang nyata
anugerah luar biasa
hargai cinta dengan perbuatanmu

cinta bisa membuatmu menangis
bisa membuatmu tertawa
juga membuatmu belajar dewasa

karena cinta surga dunia yang nyata
anugerah luar biasa
hargai cinta dengan perbuatanmu
dengan perbuatanmu, dengan perbuatanmu

Advertisements

Disillusion

Hari itu aku tak merasa akan terjadi sesuatu yang buruk terhadap apapun. Hanya saja, pagi itu aku menerima sebuah pesan dari seorang teman dekat. Pesan yang membuat kepercayaanku seakan hancur berkeping-keping. Bagaimana sikapmu ketika lelaki yang kau cintai diam-diam membuat kejutan kepada seorang wanita? Ditambah lagi sahabat yang paling kau percayai juga merahasiakannya darimu. Apakah aku telah salah menilai seseorang?

Setelah aku menerima kabar itu, aku menceritakannya kepada dua orang teman dekatku lainnya. Aku tau, mereka berusaha menenangkanku. Akupun menelpon seorang dari mereka dan menceritakan semuanya. Air mata yang telah kutahanpun akhirnya mengalir begitu saja. Ia berusaha menenangkanku dan berkata semua yang telah dilakukan mungkin karna alasan tertentu. Aku berusaha percaya. Tak lama kemudian, aku melihat ada yang salah dari profil lelaki itu. Aku yang memiliki firasat kuat, tau apa yang terjadi. Dia telah tau bahwa aku mengetahui semua yang dia lakukan dibelakangku. Aku tak ingin hubungan ini berakhir begitu saja. Aku mengalah dan menganggap semuanya tak pernah terjadi, meskipun sebenarnya hatiku benar-benar hancur.

Malam itu dia berkata sesuatu yang membuatku sedih. Ia berkata bahwa jika aku lelah, aku bisa berhenti sementara. Tapi aku benar-benar tak ingin berhenti tuk menyayanginya. Aku hanya ingin dia paham bahwa aku kecewa teramat dalam kepadanya. Malam itu dia tidur terlebih dulu sebelum aku berbicara kepadanya. Aku hanya memberinya pesan panjang yang pada akhirnya dia tak mengerti semua perkataanku.

Keesokkan harinya, seolah tak terjadi apa-apa dan kamipun telah saling bercanda. Tapi, hatiku masih merasa belum puas sebelum dia mengerti maksudku. Lalu aku memberinya sebuah cerita yang mengandung makna. Cerita itu berbunyi:

Kamu memberiku sebuah buku dan bolpoin untuk menulis cerita kita. Aku menulisnya dengan hati-hati dan sangat senang. Namun pada suatu saat, kau mengambil buku dan bolpoin itu dariku dan melemparkannya ke air. Buku dan bolpoin itupun menjadi basah. Tulisan dalam buku itu luntur. Aku berusaha mengeringkannya, namun yang kudapati adalah buku yang telah kusut dan bolpoin itu sedikit tak bisa digunakan. Setelah itu aku berusaha menata hatiku yang hancur dan menuliskan kelanjutan ceritanya kembali.

Ada dua hal yang berhak kau lakukan setelah itu:

  1. Menjaganya dengan tidak pernah membuangnya lagi ke air dan akupun bisa melanjutkan menulis cerita itu dengan bolpoin yang sedikit tak berfungsi itu.

  2. Membuangnya lagi dan lagi sampai akhirnya tulisan dalam buku itupun hilang dan bolpoin pun sudah tidak bisa digunakan untuk menulis.

Namun yang kudapati adalah dia tak memahami apa arti dalam cerita tersebut. Akupun hanya terdiam dan menjelaskan padanya bahwa cerita itu adalah perasaanku sekarang. Dia tetap tak memahaminya. Hatiku semakin hancur dan kecewa jika aku terus mengingat kejadian kemarin. Aku hanya ingin meluapkan padanya.

Malam hari itu, aku menelponnya untuk mengungkapkan semua isi hatiku. Aku berbicara padanya dengan perlahan. Namun aku tak bisa menyembunyikan bunyi isak tangisku. Aku tak mengerti apakah dia memahami semuanya atau tidak. Aku hanya berharap dia menyadari bahwa aku sangat hancur kala itu. Dia hanya berkata bahwa dia akan berusaha untuk hubungan ini dan lebih mengerti aku semenjak itu. Tapi aku yang terlanjur kecewa, sampai saat ini pun aku susah untuk percaya kepadanya lagi. Rasa sayangku seakan ia uji dengan perbuatannya seperti itu. Yang aku tau sekarang adalah kepercayaanku telah hancur dan aku sudah tak bisa mempercayainya seperti dulu. Apakah arti diriku menurut dirinya?

Aku kadang hanya tak memahami perbuatannya kepadaku. Beberapa hari sebelumnya, aku benar-benar percaya kepadanya. Namun, dia mempermainkannya seakan tak menghargaiku. Aku hanya teramat kecewa. Mungkin sekarang aku bisa untuk bertahan. Tapi bukankah meskipun seseorang mempunyai perasaan sayang yang amat besar, bisa saja pergi sewaktu-waktu jika tak dihargai? Aku berharap dia tak melakukannya untuk kedua kalinya.