Posted in Diary

The Most Terrible Day Ever

Hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya. Aku bangun dari tempat tidurku dan langsung berdoa. Sejak seminggu lalu aku terus berdoa berharap diterima di SBMPTN dan mendapatkan PTN yang pantas untukku.

Seperti biasa, setelah berdoa aku tak ingin tidur. Aku bergumul dengan laptop dan Hpku. Menulis puisi dan memposting apapun yang ada di benakku. Setelah itu keseharianku seperti biasanya. Bangun lalu aku pergi ke ruang tamu untuk menonton TV dan makan bersama orang tuaku.

Karna aku sudah tidak belajar dan ujian sudah selesai. Aku tak tau harus berbuat apa dan akhirnya aku tidur setelah makan siang. Sekitar jam 5 aku bangun dan langsung membuka Hp. Tak ada yang menarik sampai aku membuka Line dan melihat ada seorang teman yang share kunci jawaban SBMPTN. Awalnya aku tak ingin membukanya, karna aku tau nilaiku pasti akan buruk. Tapi aku hanya ingin membukanya sekilas.

Setelah kubuka, yang kuingat hanya kimia bagian akhir, yaitu soal nomor 44 dan 45. Dan ketika aku melihat nomor itu, aku shock karna jawabanku beda padahal aku sudah yakin waktu itu. Untuk memastikannya, akhirnya aku memberanikan diri untuk  mencocokannya. Dengan hati yang sangat berat dan perasaan yang campur aduk, aku melihat nomor demi nomor yang telah kujawab.

Perasaanku benar-benar hancur bahkan aku tidak bisa seperti biasanya. Mendapatkan nilai diluar prediksi dan begitu menyedihkannya ketika kau tau sekeras apapun kau berusaha pada akhirnya kau tetap tidak mendapatkan hasil yang terbaik. Mungkin aku memang anak yang bodoh. Akupun tak lolos SNMPTN.

Untuk kedua kalinya hatiku benar-benar hancur dan menyedihkan. Disaat aku ingin membanggakan kedua orang tuaku, aku bahkan sebagai anak tak bisa melaksanakannya. Aku ingin melihat senyuman dibibir mereka karena aku. Tapi aku benar-benar tak bisa sampai detik ini. Aku hanya bisa membebani pikiran mereka.

Aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Mungkin hanya bisa menunggu keajaiban dan berdoa. Teman-temanku berusaha menyemangatiku. Namun aku masih tetap menangis. Aku terlalu bodoh untuk berharap apapun itu. Mestinya aku tau dari awal bahwa aku tak mungkin mendapatkan nilai yang tinggi dan tidak memilih PTN yang tinggi juga.

Dan satu hal yang sangat kusayangkan, orang yang kupikir akan menenangkanku setelah mendengar aku sedang dalam keadaan yang terrible, dia menghilang. Aku sangat sedih dan ingin dia support aku. Tapi keadaan berkata lain, ia hanya berlalu dan mengacuhkanku. Selalu seperti itu. Mungkin dia ingin aku tenang dan tak ingin menggangguku. Tapi apakah dia tak tau kalau aku sangat membutuhkan kehadirannya saat seperti ini? Aku sangat sedih dan tak tau harus bercerita kepada siapa. Apakah aku salah ingin dia bersikap seperti biasa? Apakah aku tak boleh berada disampingnya jika dalam keadaan susah?

Advertisements

Author:

Hello!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s