Posted in Puisi

Those Year

Kembali ke masa dimana kita bersama

Menghadap ke arah yang sama di satu tempat

Saling membantu suka maupun duka

Melihat ke belakang untuk sekali lagi

***

Kini kami bersiap tuk saling menjauh

Saling berjalan kearah yang berbeda

Baju yang tak lagi putih abu-abu

Tak terasa waktu telah mengubah jalan kita

***

Aku hanya ingin perasaanmu tak berubah

Meskipun banyak wanita yang kau temui

Meskipun banyak yang lebih baik dariku

Semoga perasaanmu hanya untukku

***

Dan suatu saat berjanjilah padaku

Bahwa kita akan bertemu lagi ditempat yang sama

Tempat yang pada akhirnya menyatukan kita

Dari situlah kebahagiaanku muncul lagi

***

Percayalah jarak ini hanyalah sementara

Perasaanku padamu takkan berubah

Karena aku bersyukur telah menemukanmu

Aku bersyukur telah kau cintai

***

Karenamu aku bisa menjadi lebih baik

Karenamu aku mengubah sifat egoisku

Karenamu aku tau rasanya diperjuangkan

Karena kamu orang yang aku cintai

Posted in Puisi

Attitude

Aku berusaha menjadi yang terbaik

Namun apa yang kulakukan selalu salah

Semua orang yang dekat denganku

Akan benci padaku suatu saat

***

Ternyata mencintai saja tak pernah cukup

Aku tak pernah mengerti mereka

Apa yang dia ingin dan butuhkan

Aku hanya menuntut dan menuntut

***

Sampai akhirnya mereka pergi

Dan mencintai pun tak ada gunanya

Aku hanya berdiam diri ditempat yang sama

Tak mengerti apa yang harus kulakukan

***

Andai waktu bisa diulang

Semoga mereka tak pernah bertemu denganku

Yang hanya membuatnya sedih

Bahagia pun hanya beberapa kali

***

Sangat menyenangkan selama ini

Mencintai orang yang mencintaimu juga

Namun karna sifat yang tak pernah berubah

Mereka pergi begitu saja

Posted in Puisi

Dear You

Andai angin dapat menyampaikan pesan

Sampaikan bahwa aku rindu dia

Jika hujan gambaran kesedihannya

Aku mohon segera berhentilah

***

Pelangi paling indah bukan setelah hujan

Tetapi di bibir seorang yang kau cintai

Petir di malam hari tidak menakutkan

Namun perpisahan kitalah yang kutakutkan

***

Mendapat nilai buruk memang menyedihkan

Tapi ada hal yang lebih menyedihkan bagiku

Melihatmu murung dan bersedih

Karna kesedihanmu adalah kesedihanku

***

Awan gelap tolong pergilah darinya

Agar matahari dapat bersinar terang

Dan pelangi dapat muncul dibibirnya

Itulah kebahagiaan yang kuinginkan

Posted in Puisi

Genangan Masalah

Aku merasa sangat putus asa

Semua yang kulakukan

Apapun yang kuperbuat

Tak pernah menghasilkan kebenaran

***

Meskipun bukan suatu kegagalan

Namun juga bukan suatu keberhasilan

Bukanlah tangisan

Juga bukan kebahagiaan

***

Hidupku datar seperti danau

Hanya menggenang diatas tanah

Tak seperti air terjun

Mengalir deras sampai bawah

***

Tak satupun kupunya keahlian

Hanya sekedar mengerti di tiap-tiapnya

Tak ada kebanggaan dalam diriku

Sekedar perjuangan yang tanpa henti

Posted in Puisi

Keluhan Hati

Kuterdiam tak berarti tak berteriak

Kutersenyum tak berarti kubahagia

Hanya menangis dalam hati

Mengeluh dalam pikiran

***

Fakta yang menyayat hati

Kebenaran yang selalu menyakitkan

Kegagalan yang tak ada hentinya

Kesedihan yang selalu menghantui

***

Sering kuberpikir

Untuk apa aku hidup di dunia ini?

Tak ada yang menginginkanku

Tak ada yang membutuhkanku

***

Dibuang jauh dalam jurang tak berpenghuni

Tak diinginkan oleh satu orang pun

Bahkan kedua orang tuaku

Memintaku tuk mencari orang tua baru

***
Aku memang anak kurang ajar

Akupun tak pernah membanggakan

Hanya kecemasan di raut wajah mereka

Dan kesedihan melihatku gagal

***

Jika boleh kupilih sebelum hidup

Aku berpikir tak pernah ada sejak awal

Tak ada lagi yang membuatnya sedih

Tak ada lagi masalah di dunia mereka

Posted in Puisi

Kegagalan yang Abu

Jeritan hatiku yang sedang menangis

Mengharapkan sesuatu dari masa depan

Terlihat samar-samar di hadapanku

Cahaya terang yang mulai menipis

***

Menyakitkan namun tak berdarah

Tangisan hati yang menjadi-jadi

Akankah ku bisa melewatinya sendirian

Dan mencapai titik dimana kutau semuanya

***

Kegagalan begitu menyakitkan

Akankah aku kuat tuk menjalani hidup

Hinaan tersirat yang tak terucap

Kesedihan yang tergambar dari air mata

***

Jika kuboleh memohon pada Tuhan

Bolehkah kumeminta keberhasilan

Dan pelangi di bibir orang yang kusayang

***

Kegagalan yang abu selalu menghantuiku

Merasa diriku tak mempunyai harapan

Selain menerima bahwa kuakan gagal

Meskipun masih berwarna abu

Namun ketakutan selalu ada di pikiranku

Dan menyiksaku di setiap hari-hariku

Posted in Puisi

Disinilah Kami

Aku tak tau kapan tepatnya

Mata kami mulai saling memandang

Tubuh kami mulai saling mendekat

Serta perasaan kami yang mulai menyatu

***

Mungkin saat itu ada bintang jatuh

Dan seseorang berharap akan kami

Menyatukan kami yang saling terpisah

Memohon kebahagiaan untuk kami

***

Tak pernah kubayangkan sebelumnya

Aku berada di sini dengannya

Di tempat yang membuatku nyaman

Berdua menatap masa depan yang abu

***

Sangat jelas kuingat masa sebelum ini

Dimana aku sama sekali tak mengenalnya

Perbedaan prinsip membuat kami semakin jauh

Sampai akhirnya hati kami tiba-tiba menyatu

***

Tak peduli seberapa keras ombak menerjang

Tak peduli seberapa kencang angin bertiup

Yang ku tau sekarang hanya kami di sini

Berjuang tuk masa depan kami berdua