Posted in Cerita

Filosofi Bakteri

Disuatu tempat, di dalam organ tubuh, hiduplah berjuta-juta bakteri. Mereka adalah rakyat dari suatu negara bernama Manusia. Keberadaan mereka hampir tidak terlihat oleh kepala negara tersebut. Tapi manfaat mereka dapat dirasakan.

Dari berjuta-juta nama bakteri tersebut, ada suatu bakteri yang selalu hidup soliter (hidup sendiri). Tetangga terdekat darinya merupakan bakteri koloni. Ketika bakteri koloni itu bercengkrama, saling berbincang satu dengan lainnya, si soliter hanya bisa melihat saja. Ia selalu ingin bisa ditemani dengan bakteri lain. Tapi itu adalah suatu hal yang mustahil.

Suatu ketika, ada wabah yang menyerang organ yang ditinggali bakteri tersebut. Wabah tersebut membuat semua bakteri berhamburan ketakutan. Suasana menjadi kacau dan tak terkendali karna terjadinya inflamasi. Semuanya bingung, termasuk si soliter. Mereka semua memikirkan cara agar suasana kembali normal. Namun tak ada satupun cara yang bisa mengatasinya.

Si soliter semakin putus asa dengan keadaannya sendiri. Ia juga semakin putus asa akan keinginannya untuk bisa menjadi bakteri koloni dan dapat berinteraksi dengan sesamanya.

Tak lama kemudian, ditemukanlah penyebab dari kekacauan organ tersebut. Kekacauan itu timbul karna adanya virus. Semua bakteri tunduk padanya jika tidak ingin DNA-nya diambil untuk direplikasi.

Si soliter yang selalu merasa bebas, akhirnya merasakan apa itu aturan yang mengekang dia. Ia pun sadar bahwa ia tak bisa berada dalam suatu koloni yang selalu mempunyai aturan dan harus berkorban untuk sesamanya. Ia pun membuang jauh-jauh mimpinya. Ia menerima takdirnya sebagai bakteri soliter.

Suatu saat, ia membuat perjanjian dengan Tuhan. Ia merelakan DNA-nya untuk kelangsungan hidup berjuta-juta bakteri lain. Si soliter berpikir “tidak ada yang akan merasa kehilangan ketika aku tidak ada. Aku hanyalah satu bakteri diantara berjuta-juta koloni bakteri”

Akhirnya, ditemukanlah vaksin untuk virus tersebut dengan memanfaatkan DNA si soliter. Dengan begitu organ tersebut dapat menjalankan fungsinya dengan normal kembali.

Namun ada satu hal yang tak terpikirkan oleh si soliter pada saat itu. Vaksin dari DNA-nya itu dapat menangkal virus selama-lamanya. Para bakteri yang berkoloni tak dapat hidup tanpa si soliter. Ia salah menginginkan untuk berkoloni. Ia salah bahwa keberadaannya diacuhkan bakteri lainnya. Nyatanya, setelah kesepakatannya dengan Tuhan, semua bakteri membahasnya, terutama negara Manusia.

-Fin-

Intinya: jalani hidupmu apa adanya dan jangan meminta sesuatu yang bukan-bukan kepada Tuhan. Tuhan tahu fungsi kehidupanmu.

Advertisements

Author:

Hello!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s